Negosiasi Pembelian Liverpool Macet

Upaya Tom Hicks dan George Gillet untuk menjual klubnya, Liverpool ke konsorsium asal Kuwait menemui jalan buntu. Proposal penjualan the Reds senilai 500 juta Pounds (Rp 7,5 Triliun) dinilai kelewat mahal.

Rafed Al-Kharafi, sang pemimpin konsorsium Kuwait, adalah orang terkaya ke 48 dunia

Rafed Al-Kharafi, sang pemimpin konsorsium Kuwait, adalah orang terkaya ke 48 dunia

“Negosiasi dengan pemilik Liverpool dari Amerika itu berada dalam lingkaran setan,” ujar Abdulla Al-Sager, salah satu investor dalam konsorsium itu.

Rafed Al-Kharafi dan Al Sager diundang ke markas Liverpool saat the Reds menghajar Chelsea 2-0 bulan lalu. Keluarga Al-Kharafi, yang notabene salah satu orang terkaya di Kuwait berkat minyak yang berlimpah, menjadi pemimpin konsorsium.

Ditengah ketertarikan konsorsium Kuwait itu, Al-Sager mengungkapkan,”Negosiasi justru berjalan makin memburuk, karena mereka meminta terlalu tinggi. Kesepakatan tak akan terjadi jika kami tak disodori harga yang lebih pantas.”

Sementara, pemilik Liverpool Hicks dan Gillett menolak mengurangi harga Rp 7,5 triliun itu, konsorsium masih sabar menunggu hingga Juli 2009 ini. Saat itu, Liverpool harus membayar hutang sekitar Rp 4 triliun.

Menurut pengamat bola, ditengah krisis global yang mendera tak terkecuali klub-klub liga Inggris, Hicks dan Gillert bahkan bisa saja menghadapi kenyataan Liverpool bakalan terjual jaul lebih murah ketimbang harga yang ditawarkan.

Selain konsorsium Kuwait, pemodal lain dari yang juga dari Timur Tengah dan Amerika juga mengincar klub ini.

Ketidakharmonisan internal di jajaran petinggi Liverpool menjadi salah satu biang dijualnya the Reds. Sejak diambil alih Februari 2007, pemilik Hicks dan Gillets kerap adu urat leher dengan pelatih Rafael Benitez dan Chief Executive Rick Parry. Parry sendiri bakal mundur di penghujung musim ini.

Pertanyaannya, siapakah yang bakalan membeli klub legendaris ini? Kita tunggu saja!